Tampilkan postingan dengan label sesuatu yang kadang tidak kita pedulikan atau tdk di ketahui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sesuatu yang kadang tidak kita pedulikan atau tdk di ketahui. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2009

Wanita-Wanita TerBaik Dunia

assalamualaikum ...
saya coba ngebahas tentang tang gapan orang2 selama ini ter hadap Wanita, yang seharus y dapat peran penting dalam dunia, jujur Ibu kita lah semangat per tama kita lahir di dunia yang tanpa lengah memberikan nasehat2 yang menunjukan kepada dampak perbaikan kemajuan kita sampai saat in alhamdullilahirobilallamin....amin...

Setiap tahun di kolong langit ini ada pemilihan wanita tercantik,terbaik,dan ter,ter lainnya,yaitu MISS UNIVERSE ato ratu sejagad,yang memang pesertanya hampir dari seluruh negara di dunia.
pemenangnya diberi gelar miss universe ato ratu sejagad yang konon patut menjadi idola wanita di dunia.
tapi benarkah sang miss universe memang benar pantas di jadikan idola wanita di dunia,terutama wanita muslim??
ah kayaknya gak deh,,,!!
jauuuuuuh bangeeetzzz...untuk didolakan....!!
karena kalo kita liat dari kontesnya aja..mereka justru memamerkan aurat, mengajarkan pornoaksi, tidak punya malu dan membuang etika.
Bagaimana menurut Islam?
Mereka sungguh menantang Allah dan Rasul-Nya.
Bagaimana tidak?
Islam memerintahkan agar wanita menutup auratnya. Tapi mereka malah menjadikan buka aurat (telanjang) sebagai perlombaan internasional.
lalu siapa yang patut diidolakan ato diteladani para wanita ...??
Adakah wanita-wanita muslimah yang keteladanannya diakui dunia??
wanita terbaik menurut rasulullah SAW..

Rasulullah saw bersabda, "Sebaik-baik wanita adalah yang bisa membuatmu senang saat engkau pandang, menaatimu saat engkau perintahkan, dan menjaga dirinya dan hartamu saat engkau tinggal. "

-- || HR. Thabrani

udah jelas kan.....???
kategori-kategori wanita terbaik yang di sampaikan rasulullah SAW.
nah.....biar lebih mantap,..!!
mari kita liat siapa wanita-wanita yang dinobatkan oleh rasulullah SAW sebagai wanita2 terbaik dan patut dijadikan teladan oleh wanita-wanita didunia.
mereka tidak hanya jago di dunia, tapi juga jago di Akhirat.
Keteladanan mereka tidak hanya diakui oleh manusia, tapi juga diakui oleh para malaikat, Allah dan Rasul-Nya.
Nabi bersabda, "Cukuplah wanita-wanita ini sebagai panutan kalian. Yaitu, Maryam binti Imran, Khadijah b1nti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, dan Asiyah binti Muzahim, isteri Firaun. "(HR. Tirmidzi)
bisakah para wanita-wanita didunia meneladani mereka??
wallahua'lam

sumber : http://douhant.multiply.com/journal/item/7

Read More......

Senin, 13 April 2009

Cara Penjahat MemBobol ATM Orang lain


lagi asik makan rupanya Ada informasi penting jadi aq langsung aja nge gubrik tuk gue posting in Supaya para pemirsa pembaca yang budiman tidak mengalami hal ini dan dapat berhati2. Dizaman yang super canggih dan segala sesuatunya dikerjakan dengan instant seperti sekarang ini kita pastinya tahu dengan yang namanya ATM. itutuh tempat untuk mengambil uang…siapa yang gak kenal uang sih… :D

Mungkin Kita sering ingin Tahu apa dan bagai mana cara orang biasanya melakukan pembobolan di mesin ATM…

berikut ini akan saya beri tahu tekhnik bagai mana caranya orang melakukan pembobolan di mesin ATM…


info ini saya tampilkan dengan maksud dan tujuan yang baik, bukan ada maksud untuk kejahatan, tetapi agar para pembaca dapat lebih teliti dan tidak sembarangan di dalam mesin ATM.

tinggal dari pembaca postingan saya ini ingin di gunakan sebagai apa postingan saya ini.

semoga para pembaca dapat lebih hati-hati dalam melakukan transaksi di mesin ATM.

1. Awal Mulanya

Pada gambar ini terlihat seseorang sedang melakukan transaksi di ATM.

2. Memasang Jebakan

Sebenarnya dia lagi memasang suatu alat di slot tempat kartu ATM dimasukkan. (Here’s the Bad Guy !)

3. Siap Siaga Selalu

Tindakan ini tentu saja sangat beresiko. Sehingga penjahat-2 ini biasanya bekerja secara berkelompok, seperti yg terlihat digambar ada temennya yg bertugas mengawasi di luar. Jaga-2 kalo ada orang lain yg liat atau mungkin ada calon “korban potensial” yg mau masuk ke ATM tersebut.

4. Si Korban

Nah ini dia korbannya - Very Unlucky Guy (and it could be you) yg masuk setelah jebakan terpasang. Dia memasukkan kartu ATMnya seperti biasa untuk melakukan transaksi.

5. Trouble Comes

Setelah selesai bertransaksi anehnya kartu ATM nya gk gak bisa dikeluarkan lagi dari mesinnya. “Tertelan”.

Bingunglah si korban, “Ada apa ini ?” Mungkin itu yg ada dipikiran dia saat itu.

Dan kalo kamu lihat gambar di pojok kiri atas… Yeah! [i]“Bantuan”[i] akan segera datang !

6. Ada Orang Baik Yg “Bersedia” Bantuin

Di gambar ini si penjahat berpura-pura menawarkan bantauan ke sang korban yg lg bingung, panik dan gk waspada. Tujuan utama dari si kriminil adalah mengetahui nomor PIN kartu ATM si korban yg lg “tertelan” ini. Bagaimana caranya ?

7. Mendapatkan Nomor PIN

Si penolong yg baik hati ini meyakinkan korbannya bahwa cara mengeluarkan kartu ATM adalah dengan menekan nomor PIN dan disaat bersamaan Dia akan menekan tombol “Cancel”“Enter”. Intinya dia ingin tahu berapa sih nomor PIN si korban ini. Pada gambar ini bisa kamu lihat kalo si penjahat dengan bebas melihat tombol apa aja yg ditekan oleh si korban (ngapalin 6 digit nomor PIN adalah hal yg mudah).

8. Usaha Yang Sia-Sia

Setelah berusaha berkali-kali (dan tentunya sia-sia belaka) si Penolong akan meyakinkan sang korban kalo kartunya sudah benar-benar tertelan oleh mesin ATM dan menyarankan kepada si korban untuk menghubungi pihak Bank.

9. Mengeluarkan Kartunya Kembali

Setelah situasi aman terkendali sang penolong eh penjahat ini akan kembali lagi untuk mengeluarkan kartu ATM dr alat jebakan yg dia pasang sebelumnya. Gak cuma kartu aja dia juga telah mendapatkan nomor PIN nya yg gak sengaja diperlihatkan korban kepada bajingan ini.

10. The Escape

Dari jam yg tertera di rekaman CCTV bisa diketahui dia hanya perlu waktu 24 detik untuk beraksi dan menurut catatan pihak bank penjahat ini berhasil membawa kabur duit $4.000 dari rekening
11. Senjata Rahasia

Dan ternyata alat yg digunakan seperti disamping ini terbuat dari kertas film x-ray (kalo kamu pernah foto rotgen pasti tau). Kenapa pake kertas film x-ray ? Alasannya sederhana warnanya sama dengan bibir slot kartu di mesin ATM ! Gak tau ni kalo ATMnya bank-2 kita warnanya apa, mungkin juga penjahat lokal memakai bahan yg lain.

12. Cara Memasangnya

Alat ini dimasukkan pd slot kartu dg posisi seperti ini. Pada ujung-2 nya dilipat dan diberi lem agar bisa melekat pada sisi luar maupun dalam dr bibir slot kartu ATM.

13. Tak Terlihat Kan ?

Dengan pemasangan yg “benar” kertas film tadi hampir tak terlihat apalagi bagi orang-2 yg tidak waspada.

14. Kenapa Kartunya Gak Bisa Keluar ?

Untuk mencegah kartu keluar dari slot (setelah transaksi normal dilakukan) dua sisi dari alat jebakan ini dipotong membentuk celah untuk menangkap kartu yg akan keluar dari mesin.

15. Cara Mengambil Kartunya

Gampang kan ? Si penjahat tinggal menarik bagian alat yg dilipat.

Tips Buat Kamu :

  • Saat kartu ATM mu tiba-tiba bermasalah (macet) segera cermati slot tempat kartu ATM dimasukkan barangkali ada sesuatu yg “aneh” disitu. Kalo ada semacam kertas seperti diatas tarik aja !
    ( tindakan ini gk perlu dilakukan kalo td kamu keliru masukin nomor PIN lebih dari 3X )
  • Segera telfon pihak bank (biasanya ada nomor yg tertera disamping mesin ATM) dan jangan meninggalkan lokasi ATM sampai ada petugas yg datang.
  • Tetap waspada dan jangan panik.
  • Ini di Informasikan Agar Anda lebih Berhati2 apabila Anda Mengalami hal2 seperti ini .

  • sumber : http://unik77.blogspot.com

    Read More......

    Minggu, 12 April 2009

    Gambar 2 Ini adalah Tipuan Mata Belaka ... Ini membuktikan Mata Juga Dapat Tertipu

    ini tidak lah sesui denganyang anda lihat gambar diatas begerak sesuai aliran napas anda namun ini tidak seperti yang anda lihat. pada kenyataan nya ini hanyalah sebuah gambar biasa yang berbentuk kotak segi panjang kecil,yang memiliki ukuran yang berbeda pada bagian tengah terlihat agak besar dan pada bagian pinggir setiap sisi dirancang semakin mengecil . inilah yang menyebab kan kita merasakan sesuatu yang berbeda pada malam hari . sebenar nya kekurang ter biasa nya mata kita terhadap suatu keadaan yg menyebab kan kita menjadi merasakan hal yang sebenar nya biasa, lalu kita anggap luar biasa . itu semua supaya kita trus merasa merasa bersyukur kepada tuhan agar kita tidak sombong dan takhabur
    wallahualam bisahi. perhatikan gambar di bawah ini. !!!!
























    sumber :
    http://faroutworld.blogspot.com

    Read More......

    Senin, 06 April 2009

    Tips mengatasi serangan jantung pada saat anda sedang sendirian

    Umpamanya saat sekarang jam 17:50 sore, setelah Anda sibuk kerja seharian, Anda sedang dalam perjalanan pulang dengan mengedarai mobil,.sudah tentu Anda sendirian)

    Anda sangat tegang dan merasa tidak enak badan …

    Tiba - tiba Anda merasa sakit yang sangat di dada, dan mulai menjalar ke lengan dan dagu. Tetapi, jarak ke rumah sakit yang terdekat kira - kira masih 5 Km, lebih celakanya lagi Anda tidak tahu apakah dapat mempertahan sampai begitu jauh.

    Harus bagaimana?

    Anda dulu pernah dilatih cara CPR, tetapi instrukturnya tidak pernah mengajar Anda cara bagaimana menolong diri-sendiri!

    Saat sendirian, kena serangan jantung,bagaimana cara pertolongan pertamanya? Seseorang ketika jantungnya tidak dapat berdenyut secara normal serta merasa hampir pingsan, ia hanya mempunyai waktu kira - kira 10 detik, setelah itu akan hilang kesadaran dan pingsan. Jika di sekitarnya tidak ada orang memberi pertolongan pertama penderita harus menggunakan 10 detik yang singkat ini usaha menolong diri-sendiri.

    Harus bagaimana?

    Jawabannya:

    Jangan panik, usahakan berbatuk terus dengan sekuat tenaga.
    Setiap kali sebelum batuk, harus tarik nafas dalam – dalam.
    Kemudian berbatuk dengan kuat - kuat, dalam - dalam dan panjang – panjang seperti hendak mengeluarkan dahak yang berada dalam dada.
    Setiap selang dua detik, harus tarik nafas sekali dan berbatuk sekali.hingga pertolongan tiba, atau hingga merasa denyut jantung sudah normal, baru boleh istirahat.

    Tujuan tarik nafas, untuk memasukan oxigen kedalam paru – paru.
    Tujuan batuk, untuk menekan jantung agar aliran darah bersirkulasi
    Menekan jantung juga dapat membantu denyut jantung kembali normal
    Pertolongan cara ini, agar penderita mempunyai kesempatan pergi ke rumag sakit

    Silakan memberitahu kepada orang lain cara pertolongan pertama serangan jantung ini.
    Mungkin saja dapat menolong mereka!
    Jangan kira umur Anda kurang dari 25 atau 30, tidak mungkin dapat serangan jantung.
    Sehubungan dengan perubahan cara kehidupan masa kini, serangan jantung dapat saja menyerang semua level umur.

    Sumber: ARTICLE PUBLISHED ON N.ยบ 240 OF JOURNAL OF GENERAL HOSPITAL ROCHESTER

    Read More......

    5 Hal Yang Jarang diketahui oleh Kita

    1) Nomor Darurat

    Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di daerah yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan
    tekan 112, dan HP akan mencari network yang ada untuk menyambungkan nomor
    darurat bagi anda, dan yang menarik,nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad
    dilock. Cobalah...

    2) Kunci mobil ada ketinggalan di dalam mobil?
    Anda memakai kunci remote?Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil dan
    remote cadangannya di rumah, tinggal telpon orang rumah dengan HP, lalu
    dekatkan HP andakurang lebih 30cmdari mobil, dan minta orang rumah untuk
    menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada dirumah (waktu menekan
    tombol pembuka remote, minta orang rumah mendekatkan remotenya ke telepon
    yang dipakainya)

    3) Baterai cadangan tersembunyi

    Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon
    penting, dan telpon anda dibuat olehNOKIA, silahkantekan *3370#, maka
    telpon anda otomatis restart danbaterai akan bertambah 50%.
    Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.

    4) Tips untuk men-cek keabsahan mobil/motor anda ( Jakarta area only)

    Ketik :contoh metro b86301o (merah no polisi anda) Kirim ke 1717, nanti
    akan ada balasan darikepolisian mengenai data2kendaraan anda, tips ini juga
    berguna untukmengetahui data2 mobil bekasyang hendak anda beli/incar.

    5)Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang

    untuk mengeluarkan uang dari atm,maka anda bisa minta pertolongan diam2
    dengan memberikan nomor pin secara terbalik,misal no asli pin anda 1254
    input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya
    ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb. Fasilitas ini tersedia di
    seluruh atm tapi hanya sedikit orang yang tahu tolong kasih tahu info
    kepada yang lain.

    Semoga Bermanfaat bagi temen2 yang membaca jangan lupa commen y...

    sumber:
    http://kaskus.us/

    Read More......

    membaca isi file dalam PHP

    Kita dapat menggunakan fungsi fread untuk membaca suatu file dalam PHP. Misalnya kita mempunyai file teks bernama myfile.txt yang hanya mengandung 4 baris berikut:

    Ini string baris #1

    Ini string baris #2

    Ini string baris #3

    Ini string baris #4

    Fungsi fread memerlukan parameter berupa suatu file handle dan jumlah dari byte yang akan dibaca. Begini contohnya:

    view plaincopy to clipboardprint

    1. $file = fopen("myfile.txt","r");
    2. $filedata = fread($file,5);
    3. fclose($file);
    4. echo $filedata;
    5. ?>

    Saat dipanggil melalui web browser, diperoleh hasil:

    Ini s

    Mengapa? Berikut ini adalah apa yang kita tetapkan pada program di atas:

    • Pertama, buat sebuah file handle bernama $file dan bukan file bernama myfile.txt dalam modus read.

    • Buat suatu variabel bernama $filedata yang akan menyimpan 5 karakter pertama data dari file handle.

    • Tutup file handle

    • Tampilkan data ke layar (browser).

    Masih kurang? Contoh di bawah ini menggunakan filesize untuk mendapatkan ukuran dari file dan kemudian menampilkan semua data di dalamnya:

    view plaincopy to clipboardprint

    1. $testfile = "myfile.txt";
    2. $file = fopen($testfile,"r");
    3. $filedata = fread($file,filesize($testfile));
    4. fclose($file);
    5. echo $filedata;
    6. ?>

    Hasil di browser adalah sebaris teks:

    Ini string baris #1 Ini string baris #2 Ini string baris #3 Ini string baris #4

    Bagaimana agar tampilannya menjadi 4 baris seperti yang diharapkan? Baca artikel tentang “PHP: Baca File per Baris”.

    Apa yang terjadi jika baris ketiga di atas diganti dengan:

    $filedata = fread($file,1024);

    Perintah di atas membaca 1 KB pertama dari apa yang terdapat di dalam file yang ditunjuk oleh file handle $file.

    sumber: http://komputasi.wordpress.com/2008/10/19/baca-file-dengan-php/

    Read More......

    Perkembangan Uang di Indonesia

    Pengertian dan Fungsi Uang

    Dalam peradaban modern, hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat tidak ada yang tidak terkait atau tidak ada yang tidak membutuhkan uang. Begitu pentingnya peran uang dalam kehidupan masyarakat, sehingga hampir tidak ada aktivitas kehidupan anggotanya yang bebas berurusan dengan uang. Meskipun pada awalnya uang hanya berperan sebagai alat bantu untuk memudahkan umat manusia melakukan tukar menukar barang maupun jasa, tetapi sejalan dengan perkembangan peradaban, uang telah mengambil peran yang amat penting dalam kehidupan, sehingga dapat dinyatakan secara umum, bahwa dalam peradaban modern, orang tidak lagi dapat hidup tanpa uang. Pernyataan itu benar belaka, oleh karena dalam peradaban modern, apa saja dapat diperoleh dengan uang, sebab uang diterima sebagai alat pembayaran untuk beragam barang dan jasa yang dibutuhkan oleh manusia. Penerimaan uang sebagai alat yang dapat dipergunakan untuk mendapatkan barang dan jasa serta pembayaran lain oleh masyarakat secara umum, menjadikan uang amat penting bagi kehidupan dan orang memburunya sebagai sarana untuk meraih kekayaan dan kesejahteraan hidup.
    Dalam konteks kehidupan perekonomian secara umum, seringkali uang dianalogkan dengan darah dalam tubuh yang menopang kehidupan. Kenyataannya, kehidupan ekonomi masyarakat tidak akan hidup tanpa peran uang di dalamnya. Kuat dan lesunya kehidupan ekonomi suatu masyarakat, sebagian besar amat ditentukan oleh lancar tidaknya aliran uang dalam perekonomian. Seperti halnya darah dalam tubuh, bila volumenya berlebihan akan mengakibatkan sakit, demikian pula sebaliknya, bila volumenya kurang, juga akan mengakibatkan tubuh lesu dan tidak sehat. Uangpun demikian, bila jumlahnya melebihi kebutuhan dalam perekonomian, maka akan mengakibatkan kehidupan ekonomi tidak normal, dan sebaliknya bila kurang akan mengakibatkan kelesuan bagi perekonomian. Untuk mengaturnya diperlukan pemahaman yang baik atas faktor-faktor yang mempengaruhi peredaran atau aliran uang. Demikianlah uang dapat menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menggiatkan kehidupan perekonomian, akan tetapi uang juga dapat menjadi penyebab lesu bahkan runtuhnya kegiatan perekonomian. Terkait dengan itu diperlukan pemahaman yang baik tentang segala sesuatu berkenaan dengan uang, agar kita dapat memfungsikannya dengan baik bagi peningkatan kehidupan ekonomi.

    a. Pengertian Uang
    Orang awam seringkali memaknai uang dalam pengertian yang bermacam-macam. Kata uang seringkali disinonimkan dengan kekayaan. Bila ada orang menyatakan, “Badrun kaya” diartikan dia memiliki banyak uang. Dalam hal ini, bisa jadi Badrun memang memiliki banyak uang, tetapi yang dimilikinya bukan sekedar uang, mungkin dia juga memiliki saham, obligasi, mobil, rumah mewah dan barang-barang lain yang bukan sekedar uang. Secara umum orang awam mengidentikkan uang dengan kekayaan, oleh karena uang begitu fleksibel untuk dapat diubah menjadi barang dan jasa yang menopang tingkat kekayaan seseorang. Demikian pula orang awam seringkali menyamakan kata uang dengan pendapatan. Bila ada ungkapan, “Susie berhasil memperoleh pekerjaan yang baik dan menerima banyak uang setiap bulannya.” Uang dalam ungkapan tersebut, sebenarnya lebih tepat dinyatakan sebagai pendapatan, yaitu suatu aliran penerimaan yang diperoleh seseorang per unit waktu tertentu, dalam bentuk upah atau gaji karena kerja yang telah dijalaninya. Oleh karena aliran penerimaan tersebut biasanya dalam bentuk uang, maka orang awam menyamakan pengertian uang dengan pendapatan.
    Kalangan ekonom mengartikan uang dengan cara yang lebih spesifik, yaitu segala sesuatu yang diterima secara umum dalam pembayaran untuk memperoleh barang dan jasa atau dalam pembayaran kembali hutang (Mishkin, 2004). Sebagai alat pembayaran, dengan pengertian tersebut, uang dapat dipahami sebagai mata uang biasa (currency) yang umum dipakai masyarakat dalam berbagai transaksi berupa lembaran kertas atau koin dari logam. Terkait dengan itu Kasmir (2003) memaknai uang sebagai alat pembayaran dalam suatu wilayah tertentu. Pada kenyataannya, masing-masing negara memang memiliki mata uangnya sendiri-sendiri dan umumnya mata uang tersebut hanya laku di negara yang bersangkutan. Meskipun demikian ada mata uang yang banyak diterima di berbagai negara, seperti US dollar dan Euro (dan dalam perkembangannya nanti, diperkirakan beberapa kawasan regional, seperti kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, Amerika Selatan akan mengikuti jejak negara-negara Eropa untuk menggunakan satu jenis mata uang tertentu sebagai alat transaksi). Dalam perkembangan perekonomian, uang sebagai alat pembayaran tidak terbatas hanya berupa mata uang biasa yang umum dipakai dalam masyarakat, akan tetapi bisa pula berupa cek, atau kartu kredit, dan oleh karena dapat diterima sebagai alat pembayaran, maka keduanya dapat pula disebut sebagai uang. Pada golongan masyarakat yang telah maju, justru cek atau kartu kredit yang banyak dipergunakan sebagai alat pembayaran, meskipun untuk pembayaran akhirnya, tetap menggunakan mata uang biasa.
    Sejak pertama peradaban manusia mengenal uang sebagai alat bantu pembayaran, hingga saat ini telah terjadi evolusi dalam sistem pembayaran. Perkembangan cara masyarakat untuk melakukan pembayaran dalam transaksi ekonomi akan mempengaruhi makna uang di masa-masa yang akan datang.

    1)Uang Komoditas (Commodity Money)
    Pada perkembangan awal, mata uang sebagai alat pembayaran berupa barang atau komoditas yang diterima secara umum oleh masyarakat. Agar barang tersebut dapat diterima secara umum, maka harus berupa barang yang berharga. Sejarah mencatat ada beragam barang yang pernah dipakai masyarakat sebagai mata uang, akan tetapi yang banyak dipakai adalah logam mulia berupa emas atau perak. Sebagai alat transaksi, legalitas kedua logam tersebut sebagai alat pembayaran ditentukan dengan membentuknya menjadi keping uang logam. Hampir di setiap peradaban masyarakat kemudian mengenal mata uang yang terbuat dari emas atau perak. Penggunaan komoditas sebagai mata uang dirasakan tidak efisien, terutama untuk transaksi yang memerlukan mata uang dalam jumlah yang amat besar. Selain itu dilihat dari sisi keamanan juga tidak menguntungkan. Dapat digambarkan bila seseorang pada waktu itu melakukan transaksi yang memerlukan pembayaran dalam jumlah yang besar, maka untuk membawa uang logam yang amat banyak tentunya memerlukan biaya pengangkutan dan juga memerlukan pengamanan yang intensif, oleh karena jumlah uang yang demikian besar akan menarik penjahat untuk beraksi. Ketidakpraktisan penggunaan mata uang yang terbuat dari logam, menyebabkan manusia mencari alat pembayaran lain yang lebih praktis.

    2) Uang Kepercayaan (Fiat Money)
    Kesulitan teknis dalam penggunaan uang komoditas, memunculkan kertas sebagai penggantinya, dan kemudian masyarakat mengenal mata uang kertas (paper currency). Pada masa awal pemakaiannya, oleh karena nilai bahan yang berupa kertas pada dasarnya sangatlah kecil bila dibandingkan dengan perannya sebagai alat tukar menukar, maka penerimaan atas uang kertas dalam transaksi, haruslah dijamin oleh logam mulia, artinya pemilik uang kertas sewaktu-waktu dapat menukarkannya dengan logam mulia yang menjadi jaminannya. Kepercayaan masyarakat bahwa uang kertas yang mereka terima benar-benar dijamin oleh logam mulia, merupakan hal paling penting pada proses awal penerimaan kertas sebagai alat pembayaran. Sejarah mencatat, pada mulanya karena kesulitan teknis dengan uang komoditas yang berupa logam mulia, masyarakat mulai menyimpan uang logamnya di bank, dan menerima surat bukti penyimpanan uang. Surat bukti penyimpanan uang logam inilah yang sebenarnya menjadi embrio lahirnya uang kertas, oleh karena surat bukti tersebut lama kelamaan dapat dipergunakan sebagai alat transaksi, dan siapapun pemegangnya dapat menukarkannya dengan uang logam yang tersimpan di bank.
    Kepercayaan atas mata uang kertas yang pada awalnya tumbuh dari penerimaan masyarakat karena dijamin oleh uang logam, akhirnya berkembang menjadi kepercayaan yang bertumpu pada legalitas oleh pemerintah, pada saat mata uang kertas dicetak dan diedarkan oleh pemerintah. Pada tahap ini jaminan logam mulia atas uang kertas yang beredar pada prinsipnya menjadi tidak penting lagi, oleh karena mata uang yang dimaksud secara hukum penggunaannya menjadi sah dan diterima oleh masyarakat suatu negara tanpa memperdulikan lagi dapat ditukarkan dengan logam mulia atau tidak. Meskipun demikian dalam hubungannya dengan kepentingan untuk menjaga nilai mata uang suatu negara dibandingkan dengan mata uang negara lain, biasanya negara perlu memiliki cadangan logam mulia (biasanya emas) sebagai jaminan. Pada tahap perkembangan selanjutnya, penerimaan suatu uang kertas tertentu yang didasarkan pada kepercayaan, tidak lagi terbatas pada kawasan satu negara, mata uang dari negara yang kuat perekonomiannya dan produk-produknya banyak beredar di pasaran internasional seperti Amerika Serikat, diterima di berbagai negara dan menjadi standar pembayaran internasional. Selain itu melalui kesepakatan bersama, di suatu kawasan regional tertentu dapat diberlakukan pula suatu mata uang tertentu, seperti mata uang Euro yang berlaku di kawasan Eropa.

    3) Cek (Checks)
    Sebagai alat pembayaran umum yang diterima oleh masyarakat, uang kertaspun tidak terlepas dari kesulitan teknis seperti halnya uang komoditas terutama terkait dengan masalah keamanan. Untuk mengatasinya, dunia perbankan kemudian mengembangkan cek, yaitu suatu perintah dari seseorang kepada bank untuk mentransfer uang dari rekening orang yang bersangkutan kepada rekening orang lain ketika orang tersebut mendepositokan cek yang dimaksud. Melalui mekanisme pembayaran dengan cek, efisiensi sistem pembayaran dapat ditingkatkan, oleh karena dengan mekanisme yang dimaksud, tidak diperlukan pemindahan mata uang. Untuk transaksi dalam jumlah yang besar, penggunaan cek sangat menguntungkan, apalagi bila pihak-pihak yang melakukan transaksi sama-sama memiliki rekening pada satu bank, proses pembayaran hanya merupakan proses pemindah bukuan saldo yang ada pada rekening pihak-pihak yang bersangkutan. Proses yang agak rumit dialami bila antara pihak yang bertransaksi memiliki rekening pada bank yang berbeda, karena diperlukan proses clearing antar bank.

    4) Pembayaran Elektronik (Electronic Payment)
    Penggunaan komputer yang meluas dan perkembangan jaringan komunikasi melalui komputer dengan internet, menciptakan sistem pembayaran yang jauh lebih murah, mudah dan efisien dari segi waktu dibandingkan sistem pembayaran dengan menggunakan cek. Tentu saja hal tersebut berlaku bagi golongan masyarakat yang telah mampu memanfaatkan teknologi komputer dalam sistem pembayaran elektronik. Dengan mengakses web site yang disediakan oleh bank, seseorang dapat melakukan pembayaran hanya dengan mengeclick beberapa pilihan di komputernya, sehingga tidak hanya biaya yang dapat dihemat, proses pembayaran hampir dapat dikatakan menjadi menyenangkan (Mishkin, 2004). Pada tahap perkembangan terakhir bahkan pembayaran elektronik dapat dilakukan dengan mudah melalui telepon genggam (handphone).

    5) Uang Elektronik (E-Money)
    Pembayaran elektronik selain menggantikan pembayaran dengan cek, juga dapat menggantikan pembayaran secara tunai dalam bentuk uang eletronik (e-money), yaitu uang yang keberadaannya hanya dalam bentuk elektronik. Bentuk pertama dari uang elektronik berupa kartu debit (debit card). Dalam keseharian umum dikenal dengan kartu kredit yang dapat dimanfaatkan oleh konsumen dalam pembelian barang dan jasa melalui transfer pembayaran dari rekening bank konsumen yang bersangkutan ke rekening pedagang secara elektronik. Selain lebih aman, penggunaan kartu debit lebih efisien dibandingkan pembayaran secara tunai maupun dengan cek. Selain itu penggunaannya juga makin meluas, makin banyak toko, supermarket maupun pusat-pusat pembelanjaan dan beberapa pelayanan jasa seperti hotel, jasa transportasi, menyediakan layanan pembayaran dengan menggunakan kartu debit. Selain dalam bentuk kartu kredit, beberapa bank menerbitkan ATM yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembayaran secara elektronik seperti kartu debit.
    Perkembangan lebih lanjut dari uang elektronik ada dalam bentuk stored-value card. Bentuk paling sederhana dari stored-value card dibeli sebagai pembayaran dimuka, seperti halnya pembelian kartu telpon prabayar. Bentuk stored-value card yang lebih canggih dikenal dengan kartu pintar (smart card). Kartu yang dimaksud berisi chip komputer yang dapat diisi dengan nilai tunai digital dari pemilik rekening bank kapanpun dibutuhkan. Kartu pintar dapat diisi dari mesin ATM, komputer pribadi yang dilengkapi dengan pembaca kartu pintar, atau telepon yang dilengkapi perlengkapan khusus. Setelah berisi nilai tunai digital, kartu pintar dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran seperti halnya kartu debit.
    Bentuk ketiga dari uang elektronik disebut sebagai e-cash, yang dapat dipergunakan untuk melakukan transaksi lewat internet, terutama untuk pembelian barang dan jasa. Seseorang dapat memperoleh e-cash dengan cara membuka rekening dengan suatu bank yang memiliki jaringan internet, dan kemudian bank mentranfer e-cash ke komputer pribadi yang bersangkutan. Dengan e-cash seseorang dapat membeli barang dan jasa yang ditawarkan lewat internet dan secara otomatis e-cash ditransfer dari komputer pribadi ke komputer penjual barang dan jasa. Pedagang dapat mentransfer dana dari rekening bank konsumen sebelum barang dan jasa dikirimkan.
    Demikianlah evolusi perkembangan sistem pembayaran. Ke depan dengan makin maraknya pembayaran secara elektronik, dimungkinkan akan terbentuk masyarakat yang bertransaksi tanpa uang tunai (cashless), karena pembayaran cukup dilakukan secara elektronik melalui komputer. Meskipun demikian selama pengadaan komputer dan perlengkapan lainnya masih sulit dijangkau oleh kalayak ramai, ataupun keamanan pembayaran melalui jaringan komputer masih belum terjamin, karena masih banyaknya ditemui kasus para hacker (pembajak data elektronik) yang mampu mengakses database atau rekening bank dan melakukan pencurian dengan memindahkan rekening orang lain ke rekening pribadinya, maka laju percepatan jumlah anggota masyarakat yang memanfaatkan sistem pembayaran elektronik akan terhambat, dan prediksi bahwa nantinya masyarakat tidak lagi memerlukan uang tunai, dianggap sebagai hal yang terlalu berlebihan (Mishkin, 2004).

    b. Fungsi Uang
    Seperti halnya evolusi yang terjadi pada cara pembayaran, fungsi uang juga mengalami perkembangan sejalan dengan kebutuhan manusia terhadap uang dalam kehidupan perekonomian mereka. Pada awalnya uang hanya berfungsi sebagai alat untuk memperlancar pertukaran yang semula dilakukan dengan barter (pertukaran in natura). Kesulitan untuk menentukan kesamaan nilai barang yang akan dipertukarkan dengan cara barter, dapat diatasi dengan memanfaatkan uang sebagai media, sehingga selain berfungsi sebagai alat untuk mempermudah pertukaran (means of exchange), uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account). Pada tahap selanjutnya sejalan dengan perkembangan peradaban dan aktivitas ekonomi, fungsi uangpun mengalami perkembangan. Secara terperinci fungsi uang dalam kehidupan manusia dapat diuraikan sebagai berikut:

    1) Uang sebagai alat tukar menukar (means of exchange)
    Sebagai alat tukar menukar, uang membawa efisiensi dalam kehidupan ekonomi. Selain mempermudah proses pertukaran atau traksaksi, dengan uang dapat dihemat waktu yang diperlukan oleh manusia untuk mempertukarkan barang dan jasa. Sebagai gambaran, dalam perekonomian barter, pertukaran barang dan jasa dilakukan tanpa uang, bila seorang dokter ingin menukarkan jasa layanan kesehatan yang dimiliki untuk mendapatkan makanan, maka dia harus mencari petani yang menghasilkan beras, untuk menemukan petani yang membutuhkan layanan kesehatan tentu saja tidak mudah, selain itu juga dibutuhkan waktu. Bila dalam rentang waktu tertentu tidak ada petani yang sakit dan membutuhkan jasa dokter, bukan tidak mungkin dokter yang bersangkutan akan mati kelaparan. Kesulitan dan waktu yang diperlukan untuk menukarkan barang dan jasa, disebut dengan biaya transaksi (transaction cost), dan hal itu muncul dalam ekonomi barter, oleh karena setiap kali akan melakukan pertukaran seseorang harus menemukan orang lain yang menginginkan barang atau jasa miliknya, dan sekaligus juga ingin menukarkan barang atau jasa yang dimilikinya. Proses pertukaran memerlukan suatu “kejadian yang secara kebetulan menimbulkan keinginan ganda (double coincidence of wants)”.
    Dengan uang, biaya transaksi dapat ditekan, dan keharusan untuk menemukan double coincidence of wants dapat dihilangkan. Dengan adanya uang sebagai alat pertukaran, dokter dalam contoh tadi dapat memberikan layanan kepada siapa saja yang mau membayar jasanya, dan dengan uang yang diperoleh, dia dapat membeli makanan yang dibutuhkan kepada petani manapun yang mau menjual bahan makanan. Dengan demikian selain menekan biaya transaksi, keberadaan uang dalam pertukaran juga mendorong masing-masing orang untuk menekuni pekerjaannya, tanpa harus merisaukan apakah ada orang lain yang menginginkan hasil pekerjaannya untuk dipertukarkan.
    Uang telah mendorong terjadinya spesialisasi atau pembagian kerja dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
    Sebagai alat tukar, jenis barang yang dijadikan uang mengalami perubahan dan perkembangan, mulai dari daun-daunan, kerang, kulit, bebatuan, tenunan benang, tembakau, wiski, rokok, hingga ke logam mulia dan kertas. Dalam bentuknya yang sekarang, umum dipakai uang yang terbuat dari logam dan kertas, dan sebagai media pertukaran uang seharusnya memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) diterima dan dikenal secara umum (acceptability and cognizability), (2) mudah dibakukan (easily standardized), sehingga mudah ditetapkan nilainya, (3) dapat dibagi-bagi dalam satuan-satuan hitung yang lebih kecil (divisibility), sehingga memudahkan pertukaran, (4) mudah dibawa dan tidak mudah rusak (portability and durability), (5) memiliki nilai yang stabil (stability of value), (6) jumlahnya mencukupi sesuai dengan kebutuhan perekonomian (elasticity of supply), dan (7) tidak mudah ditiru atau dipalsukan (difficult to counterfeit).

    2) Uang sebagai satuan hitung (unit of account)
    Sebagai konsekuensi dari fungsi alat pertukaran, uang seharusnya juga berfungsi sebagai satuan hitung. Artinya uang digunakan sebagai penentu nilai atau harga barang dan jasa. Dengan fungsi sebagai satuan hitung, pertukaran barang dan jasa akan mudah dilaksanakan, karena nilai atau harga barang dan jasa yang dipertukarkan menjadi jelas satuan-satuan pengukuran nilainya. Demikian pula dengan berfungsinya uang sebagai satuan hitung, jasa ataupun kerja seseorang dapat dinilai dengan uang, demikian pula kekayaan, hutang, ataupun karya seseorang juga dapat dinilai dengan uang. Menurut Rimsky (2002), esensi dari fungsi uang sebagai satuan hitung adalah untuk menentukan stabilitas dan keseragaman penggunaan uang dalam proses pertukaran di berbagai tempat.

    3) Uang sebagai penimbun kekayaan (store of value)
    Oleh karena penerimaan uang oleh masyarakat luas, uang dapat pula dimanfaatkan untuk menimbun kekayaan, dengan memiliki uang, berarti memiliki barang dan jasa, oleh karena dengan uang setiap saat dapat diperoleh barang dan jasa sebagai ukuran kekayaan. Seseorang menimbun kekayaan dalam bentuk uang pada umumnya didorong oleh keinginan berjaga-jaga dalam pemenuhan kebutuhannya di masa yang akan datang. Sebagai alat untuk menimbun kekayaan, uang sebenarnya tidak lebih baik dibandingkan dengan barang-barang kekayaan lain seperti tanah, rumah, emas, berlian, bahkan saham atau obligasi. Mengingat barang-barang yang bersangkutan relatif nilainya stabil dan bahkan berpeluang naik nilainya di masa-masa mendatang. Meskipun demikian ada kelebihan uang yang tidak dimiliki oleh barang-barang kekayaan tersebut, yaitu uang merupakan kekayaan yang memiliki likuiditas (liquidity), artinya uang dengan mudah dapat diwujudkan menjadi barang dan jasa apa saja untuk memenuhi kebutuhan.
    Seberapa baik uang berfungsi sebagai alat penimbun kekayaan, sangat dipengaruhi oleh stabilitas daya beli uang atau tingkat harga barang dan jasa. Bila tingkat harga barang secara keseluruhan naik dua kali lipat, maka daya beli uang akan turun menjadi tinggal setengahnya. Penurunan daya beli uang dapat diistilahkan dengan inflasi, dan hal ini dapat mengakibatkan jumlah kekayaan yang ditimbun (dalam bentuk uang) mengalami penurunan. Selain itu penurunan nilai mata uang domestik terhadap mata uang asing juga dapat menyebabkan kekayaan yang ditimbun dalam bentuk uang mengalami penurunan. Oleh karena dengan penurunan tersebut, berarti daya beli uang domestik yang ditimbun untuk ditukarkan dengan mata uang asing, atau barang dan jasa dari luar negeri juga akan menurun. Berdasarkan hal tersebut, fungsi uang sebagai penimbun kekayaan, mempersyaratkan adanya stabilitas nilai uang.

    4) Uang sebagai standar pembayaran yang ditangguhkan (standard for deferred payments)
    Fungsi uang sebagai standar pembayaran yang ditangguhkan seringkali disebut pula sebagai standar pencicilan hutang. Artinya uang dapat dipergunakan untuk menentukan nilai hutang-piutang baik yang pembeyaran dilakukan dengan cara tunai maupun angsuran. Berdasarkan nilai uang dapat ditentukan nilai hutang-piutang pada saat pencairannya dan waktu pelunasannya di masa yang akan datang. Sama seperti fungsi uang sebagai alat penimbun kekayaan, untuk memenuhi fungsi ini, stabilitas nilai uang menjadi syarat yang diperlukan, terutama stabilitas nilai yang terkait dengan daya beli uang dan nilai mata uang domestik dibandingkan dengan mata uang asing (inflasi dan deflasi).

    5) Uang sebagai komoditas (commodity)
    Dalam perkembangannya, uang yang semula hanya berfungsi sebagai alat tukar menukar, berfungsi pula sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan. Hal ini nyata dalam perdagangan valuta asing. Kondisi ini muncul karena dalam perekonomian, kurs mata uang suatu negara senantiasa fluktuatif terhadap mata uang atau valuta asing. Uang sebagai barang dagangan diperjual belikan, dengan harapan dapat meraih keuntungan dari naik turunnya kurs yang terjadi setiap waktu.

    Demikianlah fungsi-fungsi uang yang terus berkembang sejalan dengan perkembangan kehidupan perekonomian. Dengan fungsinya tersebut, uang telah menempati posisi yang penting dalam kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bersama di masyarakat.

    c. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Peredaran Uang
    Uang yang dimaknai sebagai segala sesuatu yang diterima secara umum dalam pembayaran untuk mendapatkan barang dan jasa, pada prinsipnya dilandasi oleh perilaku manusia yang mempercayai bahwa kekayaan dalam bentuk uang (aset uang) akan diterima oleh orang lain sebagai pembayaran. Sejalan dengan perkembangan sistem pembayaran, aset uang tersebut cakupannya menjadi sangat luas dari sekedar mata uang kertas atau logam dan cek yang dipergunakan secara luas dalam kegiatan ekonomi sehari-hari, yang biasanya disebut dengan uang kartal dan uang giral. Hal ini membawa konsekuensi bagi pengukuran kuantitas uang yang beredar dalam masyarakat, diperlukan ketepatan definisi tentang alat pembayaran apa saja yang dapat dimaknai sebagai aset uang dan perlu dihitung sebagai bagian dari kuantitas uang yang beredar.
    Perkembangan dunia perbankan dan lembaga-lembaga keuangan non bank yang banyak menawarkan inovasi produk-produk jasa layanan pembayaran, menjadikan pengukuran kuantitas uang yang beredar makin kompleks

    SEJARAH UANG

    Uang yang kita kenal sekarang ini mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.

    Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia kepada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimilikinya dengan barang lain yang dibutuhkannya. Akibatnya timbul “barter”, yaitu barang yang ditukar dengan barang.Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini, di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya; dan kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar.

    Kesulitan dalam sistem barter mendorong manusia untuk menciptakan kemudahan dalam hal pertukaran, dengan menetapkan benda-benda tertentu sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generaly accpeted). Benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari. Misalnya, garam oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar, maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.

    Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan, sehingga sulit menentukan nilai uang; penyimpanan (storage) dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan; serta timbulnya kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.

    Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan

    Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money), artinya nilai intrinsik (nilai bahan uang) sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang menempa uang, melebur, menjual, dan memakainya dan setiap orang mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.


    Uang Logam Indonesia Emisi 1974 Uang Real Batu



    Uang Krishnala Uang Gobog Majapahit

    Uang Khusus Bank Indonesia (1987) Uang Khusus Bank Indonesia (1990)

    Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah, sedangkan jumlah logam mulia (emas dan perak) terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar (sulit dalam pengangkutan dan penyimpanan). Sehingga lahirlah uang kertas.

    Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya.

    Selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan ‘kertas-bukti’ tersebut sebagai alat tukar



    Uang Kertas Indonesia Uang Kertas Indonesia Emisi (1993)



    Uang Kertas Bank Indonesia Uang Kertas Bank Indonesia

    Sepanjang sejarah, masyarakat telah membuat, mengatur dan mengedarkan mata uang mereka sendiri. Disamping menjamin agar kebutuhan tiap-tiap anggota masyarakat terpenuhi, mata uang masyarakat juga melindungi masyarakat dari ketidakstabilan perekonomian diluarnya. Pada masa lalu bentuk mata uang disesuaikan dengan beberapa barang yang ada pada masa tersebut. Demikian pula pada saat ini, sistem ekonomi modern yang kita lihat saat ini merupakan modernisasi mata uang masyarakat.

    Sistem pembayaran di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu sistem pembayaran tunai dan non tunai. Dalam Undang-Undang (UU) No. 11/1953 ditetapkan bahwa Bank Indonesia (BI) hanya mengeluarkan uang kertas dengan nilai lima rupiah ke atas, sedangkan pemerintah berwenang mengeluarkan uang kertas dan uang logam dalam pecahan di bawah lima rupiah. Uang kertas pertama yang dikeluarkan oleh BI adalah uang kertas bertanda tahun 1952 dalam tujuh pecahan. Selanjutnya, berdasarkan UU No. 13/1968, BI mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang kertas dan uang logam sebagai alat pembayaran yang sah dalam semua pecahan. Sejak saat itu, pemerintah tidak lagi menerbitkan uang kertas dan uang logam. Uang logam pertama yang dikeluarkan oleh BI adalah emisi tahun 1970. Pada era 1990-an, BI mengeluarkan uang dalam pecahan besar, yaitu Rp 20.000 (1992), Rp 50.000 (1993), dan Rp 100.000 (1999). Hal itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan uang pecahan besar seiring dengan perkembangan ekonomi yang tengah berlangsung saat itu.

    Sementara itu, dalam bidang pembayaran non tunai, BI telah memulai langkahnya dengan menetapkan diri sebagai kantor perhitungan sentral menjelang akhir tahun 1954. Sebagai bank sentral, sejak awal BI telah berupaya keras dalam pengawasan dan penyehatan sistem pembayaran giral. BI juga terus berusaha untuk menyempurnakan berbagai sistem pembayaran giral dalam negeri dan luar negeri. Pada periode 1980 sampai dengan 1990-an, pertumbuhan ekonomi semakin membaik dan volume transaksi pembayaran non tunai juga semakin meningkat. Oleh karena itu, BI mulai menggunakan sistem yang lebih efektif dan canggih dalam penyelesaian transaksi pembayaran non tunai. Berbagai sistem seperti Semi Otomasi Kliring Lokal (SOKL) dengan basis personal computer dan Sistem Transfer Dana Antar Kantor Terotomasi dan Terintegrasi (SAKTI) dengan sistem paperless transaction terus dikembangkan dan disempurnakan. Akhirnya, BI berhasil menciptakan berbagai perangkat sistem elektronik seperti BI-LINE, Sistem Kliring Elektronik Jakarta (SKEJ), Real Time Gross Settlement (RTGS), Sistem Informasi Kliring Jarak Jauh (SIKJJ), kliring warkat antar wilayah kerja (intercity clearing), dan Scriptless Securities Settlement System (S4) yang semakin mempermudah pelaksanaan pembayaran non tunai di Indonesia.

    Read More......